Senin, 30 Agustus 2010

Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya melansir buku terbarunya yang berjudul "Bagaimana mengelap kaca sampai bersih". Bermodal pengalaman selama 27 tahun sebagai pengelap kaca di bangunan-bangunan pencakar langit di daerah ibukota Jakarta, Chandra Ekajaya patut di cap sebagai spesialis di bidang pengelapan kaca.


Buku dari Chandra Ekajaya ini mempunyai tebal 10 halaman dengan pembagian 2 halaman kata pengantar, 1 halaman daftar isi, 2 halaman profil penulis, 2 halaman kosong, 1 halaman daftar pustaka, dan 2 halaman isi. Dengan begitu, diharap Chandra Ekajaya dapat membagikan tips yang padat, singkat, dan tidak jelas untuk para pembaca.

Target pasar dari buku ini adalah orang-orang yang mempunyai profesi yang sama seperti Chandra Ekajaya, yaitu para pengelap kaca professional. Dampak yang diberikan buku ini terhadap kemajuan Indonesia ialah kaca-kaca di semua bangunan pencakar langit maupun yang non pecakar langit dapat bersih mengkilat. Hal ini tentu akan mencerminkan bangsa kita yang bersih dan asri.

Selain itu ada dampak negatif yang dapat timbul dari karangan Chandra Ekajaya ini ialah meningkatnya pemanasan global dikarenakan pantulan yang amat silau dari bangunan-bangunan yang kacanya terlap dengan amat bersih. Sekarang pilihan ada di tangan kita semua, ingin kelihatan bersih tetapi pemanasan global meningkat atau kotor tetapi dapat mengurangi pemanasan global. Ayo tentukan pilihan Anda sekarang juga dengan menekan tombol Hijau untuk tetap mempraktekkan kaca yang bersih atau tombol merah untuk menolak kaca yang bersih.

Untuk apa yang telah ditulisnya, Chandra Ekajaya berhak mendapatkan seperangkat alat pembersih paling mukahir dari Jerman dan stok cairan pembersih unlimited dari salah satu sponsor. Semoga sukses selalu Chandra Ekajaya, dilansir dari jokingajaya.

Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya

Beberapa waktu lalu dilangsungkan acara dengar pendapat dari para ahli bumi dan astronomi dimana salah satu arkeolog terkenal, Chandra Ekajaya hadir untuk mengisi forum sebagai panelis.acara berlangsung dengan sukses dan terdengar banyak pertanyaan yang diajukan dari para hadirin. Sebagian besar pertanyaan yang ditanyakan adalah mengenai rekaman-rekaman yang disebut-sebut sebagai lubang neraka, pintu surga, kubah terbang, dan proses terekamnya malaikat yang turun di Mekkah. Berikut tuturan para ahli dan Chandra Ekajaya sebagai pimpinan panelis menjawab begitu besarnya animo pertanyaan.

Chandra Ekajaya menanggapi tentang lubang neraka yang terekam. Dia menyatakan bahwa hal tersebut benar adanya tetapi itu bukan sesuatu yang aneh. Chandra Ekajaya memberikan suatu ilustrasi tentang batubara atau arang yang telah terbakar begitu lamanya akan menimbulkan hawa panas yang luar biasa dan menyulu kalor ke sekitarnya. Chandra Ekajaya memastikan ini hanyalah kejadian alam semata dan tidak ada hubungannya dengan dunia mistis bahkan dia dapat menjamin api neraka jauh lebih panas daripada api di lubang tersebut.

Sedangkan pendapat mengenai lubang surga atau pintu surga yang terbentuk di langit di mana seakan-akan langit terbuka, Chandra Ekajaya mengatakan bahwa hal tersebut adalah fenomena alam yang sering terjadi di beberapa area lintang pertengahan dan utara. Banyak fenomena yang sama yang terakam di beberapa wilayah lintang yang sama, untuk memperkuat penjelasannya Chandra Ekajaya menampilkan beberapa foto yang berhasil mendokumentasikan peristiwa tersebut di beberapa negara.

Dan pendapat yang paling expert diutarakan Chandra Ekajaya mengenai peristiwa kubah terbang dan malaikat turun ke Mekkah. Beliau mengatakan bahwa semua proses yang terekam hanyalah karena efek kamera. Proses perekaman kubah terbang diambil saat cuaca cerah sehingga kabel atau kawat yang mengangkat kubah hamper tidak kelihatan karena cerahnya cuaca dan sinar matahari. Sedangkan proses rekaman turunnya malaikant di atas Mekkah diambil pada malam hari di mana terdapat banyak sekali penerangan yang membuat terjadinya flare pada pengambilan gambar. Chandra Ekajaya berpendapat hebohnya berita-berita ini dikarenakan masyarakat Indonesia masih terlalu percaya hal-hal mistis, oleh karena itu Chandra Ekajaya berharap masyarakat dapat menambah ilmu pendidikan mereka.

Minggu, 29 Agustus 2010

Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya melansir buku terbarunya yang berjudul "Bagaimana mengelap kaca sampai bersih". Bermodal pengalaman selama 27 tahun sebagai pengelap kaca di bangunan-bangunan pencakar langit di daerah ibukota Jakarta, Chandra Ekajaya patut di cap sebagai spesialis di bidang pengelapan kaca.


Buku dari Chandra Ekajaya ini mempunyai tebal 10 halaman dengan pembagian 2 halaman kata pengantar, 1 halaman daftar isi, 2 halaman profil penulis, 2 halaman kosong, 1 halaman daftar pustaka, dan 2 halaman isi. Dengan begitu, diharap Chandra Ekajaya dapat membagikan tips yang padat, singkat, dan tidak jelas untuk para pembaca.

Target pasar dari buku ini adalah orang-orang yang mempunyai profesi yang sama seperti Chandra Ekajaya, yaitu para pengelap kaca professional. Dampak yang diberikan buku ini terhadap kemajuan Indonesia ialah kaca-kaca di semua bangunan pencakar langit maupun yang non pecakar langit dapat bersih mengkilat. Hal ini tentu akan mencerminkan bangsa kita yang bersih dan asri.

Selain itu ada dampak negatif yang dapat timbul dari karangan Chandra Ekajaya ini ialah meningkatnya pemanasan global dikarenakan pantulan yang amat silau dari bangunan-bangunan yang kacanya terlap dengan amat bersih. Sekarang pilihan ada di tangan kita semua, ingin kelihatan bersih tetapi pemanasan global meningkat atau kotor tetapi dapat mengurangi pemanasan global. Ayo tentukan pilihan Anda sekarang juga dengan menekan tombol Hijau untuk tetap mempraktekkan kaca yang bersih atau tombol merah untuk menolak kaca yang bersih.

Untuk apa yang telah ditulisnya, Chandra Ekajaya berhak mendapatkan seperangkat alat pembersih paling mukahir dari Jerman dan stok cairan pembersih unlimited dari salah satu sponsor. Semoga sukses selalu Chandra Ekajaya, dilansir dari jokingajaya.